Minggu, 28 Juli 2013

Profesi-Profesi Yang Akan Hilang Di Tahun 2020

Kemajuan teknologi terus tumbuh. Setiap tahun ada sistem rekayasa terbarukan, dan yang lama ditingkatkan untuk membuat hidup lebih mudah bagi kebanyakan orang. Namun, penghargaan ini memiliki sisi lain (negatif), modernisasi aktif mengarah ke kepunahan sejumlah profesi, dan tren ini tidak dapat membantu, para ahli percaya akan hal itu.

Badan Inisiatif Strategis (ASI) telah menganalisis pasar tenaga kerja yang akan punah di masa depan. Inilah 10 Profesi yang akan punah sebelum tahun 2020 menurut ASI.

1. Petugas Perpustakaan

Profesi seperti pustakawan dan tukang arsip, dalam waktu dekat tidak akan ada lagi karena pesatnya perkembangan jaringan Internet, pengguna dari mana saja dan kapan saja di dunia dapat mengakses informasi di dunia maya (internet).

2. Copywriter

Diprediksi setelah tahun 2020 profesi copywriter, program komputer modern yang terhubung ke database yang berbeda dengan bahan tekstual (manifesto, karya ilmiah, fiksi, dll), mampu menghasilkan artikel dalam genre tertentu.

3. Agen perjalanan

Setiap tahun wisatawan dari seluruh dunia memilih untuk mengatur perjalanan mereka sendiri, tidak hanya menghemat uang tetapi juga waktu, pemesanan tiket sebuah hotel atau maskapai penerbangan sehari bisa sekitar sejam tanpa meninggalkan kantor atau dari rumah.

4. Penulis Huruf Steno (stenografer)

Teknologi modern pengenalan suara dan ucapan ke teks banyak digunakan saat ini. Para ahli memperkirakan bahwa selama tiga tahun ke depan, pengembangan sistem tersebut akan menghasilkan penggunaan perangkat lunak untuk menguraikan kerja suara sepenuhnya menggantikan stenografer (penulis huruf steno).

5. Dosen Pembimbing Mahasiswa

Teknis kemajuan dan staf dosen akan punah dan sesungguhnya informasi yang berguna dapat ditemukan secara online. Selain itu, banyak universitas terkemuka di dunia sekarang menawarkan kursus online (kadang-kadang bahkan gratis!). Para ahli mencatat bahwa penulisan karya ilmiah akhir (skripsi) akan mengurangi motivasi dan secara tidak sengaja mahasiswa kemungkinan akan kehilangan beberapa informasi penting.

6. Tukang pos

Korespondensi (surat menyurat) secara virtual (maya) melalui Internet hanya memerlukan beberapa detik untuk mengirim surat, pesan singkat dan salinan dokumen, dan benar-benar gratis. Namun, para ahli percaya bahwa profesi tukang pos memiliki kesempatan untuk ada, dan nilai masa depan layanan mereka akan jauh lebih mahal daripada sekarang.

7. Operator Lift

Sistem rekayasa untuk perbaikan dan pemeliharaan peralatan lift semakin otomatis, dan perangkat kontrol cerdas masa depan sepenuhnya akan menggantikan operator lift

8. Operator call center

Pergantian operator call center, sekarang hampir semua perusahaan menawarkan klien mereka untuk berkomunikasi pertama dengan mesin penjawab, dimana Anda dapat memecahkan sejumlah masalah tanpa keterlibatan pusat data, misalnya, memblokir kartu kredit. Sampai tahun 2020, operator telepon akan sepenuhnya digantikan oleh software-komunikator.

9. Pekerja Penagih Tiket

Pekerja Penagih tiket akan tidak ada lagi setelah 2018, tenaga mereka akan digantikan scanner otomatis yang akan mengidentifikasi informasi apapun, mulai dari tiket teater tiket pesawat. Scanner ini akan dipasang di pintu masuk stasiun kereta api, bandara, bioskop, kompleks olahraga dan tempat-tempat lain.

10. Tukang Jahit

Pengembangan printer 3D murah akan mengarah pada fakta bahwa orang-orang akan dapat memproduksi pakaian dan sepatu di rumah, oleh karena itu, tukang jahit akan kehilangan pemesanan dan fungsi profesi sepenuhnya digantikan oleh teknologi baru.

Namun, keterampilan menjahit di masa depan akan ada permintaan, para ahli percaya bahwa tukang jahit akan diminta untuk membuat hal-hal yang eksklusif dan mahal.

Bukan sebuah epilog

Para pakar yang menyusun daftar profesi langka, menekankan bahwa penelitian mereka tidak memakai karakter fantastis. Ada contoh di mana banyak kemajuan teknologi yang "membunuh" sebuah pekerjaan tertentu.

Coba Anda membandingkan produksi industri hari ini dan abad 60-an yang lalu, kita dapat melihat bahwa lima puluh tahun yang lalu di perusahaan-perusahaan sebagian besar menggunakan tenaga manual atau manusia. Sekarang sistem mesin modern telah memotong beberapa tenaga manusia yang mencapai 90%, dengan kata lain, orang mulai bergerak menjauh dari produksi yang kompleks.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Share It